Under IB Bersama kami,
membangun kekuatan trading berkelanjutan dan berkembang, probabilitas profit secara konsisten. Pindahkan IB anda atau daftarkan diri anda dengan mengklik tautan pada exness Born to Trade di bawah ini :
Jumlah Pergerakan Point dalam Satu Candle Berdasarkan
Timeframe di MetaTrader
Dalam MetaTrader, pergerakan point dalam satu candlestick
bergantung pada timeframe yang digunakan. Semakin besar timeframe, semakin
besar kemungkinan jumlah point dalam satu candle karena rentang waktu
yang lebih lama memungkinkan harga bergerak lebih jauh.
1. Konsep Pergerakan Point dalam Candlestick
Setiap candlestick memiliki empat komponen utama:
- Open
→ Harga pembukaan candle.
- High
→ Harga tertinggi dalam periode candle.
- Low
→ Harga terendah dalam periode candle.
- Close
→ Harga penutupan candle.
Rentang pergerakan harga dalam satu candle dihitung dengan
rumus:
Range Candle=High−Low\text{Range Candle} = \text{High}
- \text{Low}
Dalam point, perhitungan ini dikalikan 10 untuk
sebagian besar pasangan mata uang.
Contoh: Jika dalam satu candlestick harga High adalah
1.10100 dan harga Low adalah 1.10050, maka:
- Pergerakan
dalam pip = (1.10100 - 1.10050) = 0.00050 = 5 pip
- Pergerakan
dalam point = 5 pip × 10 = 50 point
2. Perbedaan Pergerakan Point Berdasarkan Timeframe
Timeframe yang lebih kecil menangkap lebih banyak fluktuasi harga kecil, sedangkan timeframe besar menunjukkan pergerakan yang lebih luas.
|
Timeframe |
Durasi Candle |
Potensi Pergerakan Point per Candle |
Karakteristik |
|
M1 (1 Menit) |
1 Menit |
5 – 30 point (tergantung volatilitas) |
Pergerakan kecil, sering terjadi noise. Cocok untuk
scalping. |
|
M5 (5 Menit) |
5 Menit |
10 – 100 point |
Lebih stabil dibanding M1, cocok untuk strategi layering
cepat. |
|
M15 (15 Menit) |
15 Menit |
20 – 200 point |
Bisa menangkap pergerakan signifikan, baik untuk trading
intra-day. |
|
M30 (30 Menit) |
30 Menit |
50 – 300 point |
Lebih sedikit noise, cocok untuk strategi
trend-following. |
|
H1 (1 Jam) |
1 Jam |
100 – 500 point |
Lebih stabil, menangkap tren lebih jelas. |
|
H4 (4 Jam) |
4 Jam |
200 – 1000+ point |
Bisa mencerminkan tren besar, cocok untuk swing trading. |
Catatan:
- Nilai
di atas hanya perkiraan dan sangat bergantung pada volatilitas instrumen
yang ditradingkan.
- Pasangan
mata uang utama (EUR/USD, GBP/USD) biasanya memiliki pergerakan lebih
kecil dibanding pasangan volatil seperti XAU/USD (Emas) atau GBP/JPY.
3. Contoh Simulasi Pergerakan Point dalam Satu Candle
Berdasarkan Timeframe
Misalkan harga EUR/USD pada jam 10:00 bergerak dari 1.10000
ke 1.10500 dalam satu jam.
- Timeframe
M1 (1 menit) → Akan ada 60 candlestick kecil, masing-masing memiliki
pergerakan sekitar 5 – 20 point tergantung volatilitas.
- Timeframe
M5 (5 menit) → Akan ada 12 candlestick, dengan pergerakan rata-rata 30
– 100 point per candle.
- Timeframe
M15 (15 menit) → Akan ada 4 candlestick, dengan pergerakan 100 –
200 point per candle.
- Timeframe
H1 (1 jam) → Akan ada 1 candle dengan 500 point per candle.
Semakin besar timeframe, semakin besar pergerakan rata-rata
dalam satu candle, karena rentang waktu yang lebih lama memungkinkan harga
bergerak lebih jauh.
4. Dampak pada Strategi Trading (Layering, Scalping,
Swing)
A. Timeframe Kecil (M1, M5) → Cocok untuk Scalping dan
Layering Cepat
- Pergerakan
harga kecil (10 – 100 point per candle) memungkinkan trader masuk dan
keluar posisi dengan cepat.
- Namun,
noise lebih tinggi, sehingga perlu stop loss yang lebih ketat.
B. Timeframe Menengah (M15, M30) → Cocok untuk Layering
Stabil
- Bisa
menangkap pergerakan harga lebih besar (50 – 300 point per candle).
- Risiko
lebih rendah dibanding M1/M5 karena noise lebih sedikit.
- Cocok
untuk strategi averaging atau martingale bertingkat.
C. Timeframe Besar (H1, H4) → Cocok untuk Swing Trading
& Layering Jangka Panjang
- Satu
candle bisa memiliki 100 – 1000+ point, sehingga lebih cocok untuk
strategi yang membutuhkan ruang gerak lebih luas.
- Lebih
stabil dan mengikuti tren lebih baik.
- Namun,
modal lebih besar dibutuhkan untuk menahan floating loss.
Kesimpulan
- Semakin
besar timeframe, semakin besar pergerakan point dalam satu candlestick.
- Timeframe
kecil (M1-M5) memiliki pergerakan lebih kecil dan lebih banyak noise.
- Timeframe
menengah (M15-M30) lebih stabil, baik untuk strategi layering dan
averaging.
Timeframe besar (H1-H4) memiliki pergerakan luas dalam satu candle, cocok untuk swing trading dan long-term layering.

0 Komentar